Laman

Sabtu, 18 Desember 2010

Ikhlas laksana semut hitam diatas batu hitam ditengah malam hitam

Untuk meyakinkan seseorang agar mau bersedekah dan memberikan harta yang amat dicintainya kepada orang lain sungguh bukanlah pekerjaan mudah.Akhirnya,saya berlabuh pada suatu kesimpulan bahwa ada yang perlu di revolusi dalam tradisi shadaqoh,yang mayoritas kita anut selama ini,yang begitu sempurna merasuki pikiran dan hati kita setiap kali hendak membantu orang lain.
Memberikan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan bantuan mencerminkan suatu kondisi dimana si (calon ) penerima berada dalam kondisi terdesak,darurat,dan pentonjg sekali,bahkan, jika si (calon)penerima tsk segera memperoleh bantuan,maka akan mengakibatkan dampak yang lebih buruk bagi hidupnya,yang bisa berupa kelaparan,terlantar,putusnya sekolah,dan lain sebagainya.
Krusialitas nilai sesuatu bagi si penerima anggaplah sama pentingnya dengan krusialitas untuk makan dan minum dalam setelah sekian lama berada dalam kondisi tak makan dan tak minum.Jika ditunda,bahkan dengan pertimbangan "aku ikhlas nggak ya "?maka si penerima takkan pernah bisa makan dan minum .Saat kita berpikir tentang "aku ikhlas gak ya ",si penerima mungkin sudah mati....!
Maka Allah telah mencambuk orang orang yang kaya dan beriman untuk menyisihkan sebagian hartanya dijalan Allah.Salah satunya melalui media Shadaqoh.Bahkan ,Allah memberikan janji istimewa kepada pelakunya agar si papa dan melarat bisa segera mendapatkan bantuan dari si kaya.Ajaran dari Allah untuk bershadaqoh itu menyerukan supaya segera terjadi "perpindahan harta atau nilai"dari si kaya kepada yang miskin.
Benarkah ikhlas itu penting dalam bershadaqoh ?Sampai  sekarang saya tidak menemukan satu dalilpun dalam al-Qur'an atau hadits terpercaya yang menjadikan ikhlas sebagai syarat dan ketentuan berlakunya Shadaqoh.Bila hal ini dikarenakan faktor keterbatasan saya,msks saya mohon maaf dan mohon dikoreksi.
intinya ,yang saya ketahui ialah Allah selalu memberikan motivasi terlebih dahulu dalam ayat-ayat yang bertutur tentang shadaqoh.Misalnya ayat yang bermakna, "Barang siapa membawa amal yang baik,maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.Dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat,maka dia tidak diberi pembalasan,melainkan seimbang dengan kejahatannya,sedangkan sedikitpun mereka tidak dianiaya (dirugikan)." (QS.al-An'aam {6}:160)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar